vending machine di jepang

Sejarah Vending Machine di Jepang, Mengapa begitu Masif?

Wisata

Tidak hanya terkenal akan Gunung Fuji, sushi atau animenya, Jepang pun dikenal mempunyai benda atau mesin yang serba otomatis dan berteknologi tinggi. Salah satunya ialah mesin penjaja otomatis atau vending machine. Ya, mesin ini bekerja guna mengeluarkan sekian banyak barang mulai dari makanan ringan, kopi, teh, rokok, permen, sup, makanan panas, bahkan sake dan bir.

Untuk menemukannya juga mudah, karena benda satu ini bak jamur di Negeri Matahari Terbit. Kamu dapat mendapatkannya di masing-masing blok, gang-gang kecil, di depan toko, atau di wilayah perumahan dengan mudah.

Saking mudahnya, Jepang menjadi rumah untuk 5,52 juta mesin penjaja otomatis. Dilansir dari Business Insider, menurut keterangan dari Asosisasi Produsen Mesin Penjual Otomatis Jepang atau Japan Vending Machine Manufactures Association, terdapat 1 mesin penjaja otomatis di masing-masing 23 orang yang berbaris.

Bila menengok ke belakang, vending machine kesatu kali hadir tahun 1888, dengan memasarkan rokok. Kemudian, di tahun 1960an, sehabis Perang Dunia, Jepang bergerak cepat untuk berbenah negaranya, di era berikut mesin penjaja otomatis begitu populer.

Alasan kenapa vending machine kala tersebut menjadi bintang pun beragam, menurut keterangan dari William A. McEachern, seorang profesor ekonomi di Universitas Connecticut, Amerika Serikat urusan ini disebabkan angka kelahiran di Jepang menurun. Sementara penduduknya didominasi mereka yang telah berumur, hal lainnya sebab kurangnya imigrasi yang akhirnya menciptakan tenaga kerja menjadi langka dan mahal.

Dalam bukunya mengenai makroekonomi di tahun 2008, McEachern pun mengatakan bila mesin penjaja otomatis menjadi penyelesaian untuk masalah ini. Vending machine dirasakan mampu ‘menghilangkan’ pegawai yang bertugas untuk memasarkan barang.

Hal senada pun diutarakan oleh Robert Parry, dosen ekonomi di Universitas Kobe, dalam esainya tahun 1998. Ia menunjuk ongkos tenaga kerja yang tinggi sebagai dalil utama kenapa pengecer di Jepang begitu hendak sekali untuk ‘memeluk’ mesin penjaja otomatis.

“Dengan perkembangan ekonomi pasca perang yang spektakuler, ongkos tenaga kerja di Jepang naik. Sementara vending machine melulu membutuhkan trafik rutin dari operator untuk memenuhi persediaan dan mengosongkan duit tunai,” turis Parry.

Maka tak heran, bila akhirnya mesin ini mulai menyebar ke semua negeri dengan menawarkan pelbagai kemudahan untuk masyarakat guna belanja. Dan semua pedagang pun turut diuntungkan, sebab mereka pun diberi fasilitas dengan hadirnya vending machine.

Di samping itu, dalil mengapa vending machine begitu disukai karena harga tanah yang tinggi. Dengan populasi 127 juta orang di dalam sebuah negara yang besarnya laksana California, Jepang menjadi di antara negara sangat padat di dunia dan 93 persen penduduknya bermukim di kota.

Kepadatan warga inilah yang mengakibatkan harga real estate terus melonjak selama sejumlah dekade. Yang kesudahannya memaksa warga untuk bermukim di apartemen. Maka dari itu, semua penjual lebih memilih memakai vending machine ketimbang mencarter kios guna menjajakan dagangannya.
“Mesin vending menghasilkan lebih bayak penghasilan dari pada masing-masing meter persegi lahan pada toko ritel,” ujar Parry.

Sementara itu, menurut keterangan dari laporan durjana PBB di tahun 2010, Jepang masuk dalam peringkat teratas sebagai negara dengan tindak durjana terendah di dunia. Japan National Tourism Organization pun mengungkapkan, andai vending machine jarang bobrok atau dicopet meski di dalamnya tersimpan puluhan ribu yen. Maka tidak boleh heran bila mesin penjaja otomatis makin digandrungi.

Faktor beda yang mengakibatkan vending machine jadi primadona ialah karena minat masyarakat Jepang pada robot dan segala sesuatu yang serba otomatis. Tsutomu Washizu seorang wartawan yang pun menulis tetang sejarah mesin penjaja otomatis di Jepang memandang pesona ini menjadi dalil utama kenapa mesin tersebut begitu populer.

“Tidak terdapat negara beda yang memiliki tidak sedikit otomatis. Orang-orang Jepang sangat memuliakan dan percaya pada sistem otomatis,” ujarnya.
Melihat sejarahnya yang panjang dan didukung oleh sekian banyak faktor lainnya, rasanya tak heran bila Jepang menepati posisi teratas sebagai negara yang mempunyai vending machine tertinggi di dunia.
Bagaimana menurutmu?

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *