Loading...
film parasite

7 Hal Aneh Yang Ada di Film Parasite Yang Mungkin Tidak Kamu Sadari

Hiburan

Film Parasite merupakan sebuah masterpiece garapan Bong Joon-Ho ini menang di Palme d’Or, reviewer-reviewer film yang familiar suka ngasih komentar pedas sekalipun dan jarang ngasih score bagus guna film, ngasih score diatas 8 guna film ini! sejumlah bahkan menyerahkan score 10/10.

Joko Anwar sang sutradara Pengabdi Setan yang hits aja hingga merekomendasikan film ini di instagramnya. Percayalah, sehabis nonton trailernya gue nggak nyangka banget sih ceritanya bakal sebagus itu. Pelajarannya, don’t judge a movie from the trailer!. Nah, disini gue bakal jelasin mengenai scene-scene yang tidak sedikit ditanyakan sama orang-orang sebab menurut keterangan dari mereka membingingkan, lebih baik nggak terdapat atau nggak nyambung, here we go.

Sebelum menyimak lebih lanjut saya hendak mengingatkan nih bahwa terdapat bahaya spoiler pada tulisan ini, jadi yang belum nonton filmnya silahkan nonton lebih dulu dan baca tulisan ini setelahnya.

1. Cara yang digunakan Ki-Jung supaya Da-Song nurut sama dia

Kalau anda perhatikan di semua cerita, anda pasti nggak pernah menyaksikan Yeon-kyo, ibunya Da-Song dengan tegas berbicara “tidak boleh” pada anaknya. Bahkan terlampau memanjakan, sehingga karya lukisan anaknya dipajang dan dibingkai di rumahnya. Karena sang Ibu tak pernah melarang, tidak heran Da-Song tidak dapat tenang. Gue dapat menyimpulkan urusan tersebut ketika Jessica (nama samaran Ki-Jung) datang dan sedang membual dengan Yeon-kyo, Da-hye kakaknya menjitak dan mengajak Da-Song guna masuk ke kamarnya, dia mau-mau aja, tuh. Juga saat saat hujan Da-Song ngotot hendak membangun tenda di halaman dan menetap disana semalaman, orang tuanya tidak melarang, malah mereka mengalah pada putranya dan istirahat di ruang keluarga. Makanya Da-Song yang tidak mengenal otoritas yang lebih tinggi, langsung nurut saat di “suruh” tidak banyak tanpa mesti dikerasin.

Baca juga:  10 Anime Rekomendasi Yang Akan Rilis Tahun 2020

2. Kenapa Ki-Woo terobsesi banget sama batu pemberian temannya?

Bagi yang telah menonton, tentu tahu dong adegan batu besar yang selalu dipertahankan sama Ki-Woo pemberian temannya si ex-tutor dari anak wanita sang family kaya? Jadi, menurut review dari channel seorang reviewer film #sumantranbigfood, batu itu diartikan sebagai pinjaman hutang dan kebijakannya yang berlaku di korea agar selalu menjaganya baik-baik.

3. Waktu turun tangga untuk kembali ke rumahnya, ngapain Ki-Woo nunduk takjub dulu ngeliatin air yang ngalir deras?

Karena Ki-Woo sadar siapa dia. Dia dan keluarganya baru saja merasakan tinggal di lokasi tinggal yang mewah dan nyaman, dengan pemandangan halaman yang indah. Namun dia sadar bahwa hidupnya yang laksana itu melulu sementara dan pada dasarnya dia melulu pengangguran yang miskin, bekerja sebagai pelipat kotak pizza, dan memiliki rumah di bawah tanah dan tidak nyaman. Saat mereka masuk ke lokasi tinggal si family kaya, scenenya memperlihatkan bahwa mereka naik tangga, sebaliknya ketika mereka pulang ke identitas aslinya dengan kembali ke lokasi tinggal mereka, ditunjukkan adegan turun tangga.

4. Si orang tua kaya yang masih abu-abu sebetulnya mereka jahat/enggak?

Banyak yang beropini bahwa di film ini tidak terdapat peran antagonis/protagonisnya. Tidak terdapat yang baik ataupun jahat. Tapi bila kalian menganalisa lagi, Orang tua yang kaya melulu baik untuk keluarga kurang mampu yang mereka tahu memiliki “latar belakang pendidikan”dan resume (palsu) yang bagus, jadi yang mereka tahu nggak miskin-miskin amat, menengah tepatnya. Kalau mereka tahu, barangkali mereka nggak bakal sebaik itu, bahkan sebetulnya mereka lumayan annoying pada bawahan-bawahannya. Ada 1 scene dimana Mr.Park mengenang supirnya untuk mengerjakan sesuatu yang beliau inginkan dan menegaskan bahwa tersebut tugas supirnya sebab telah ditunaikan extra. Atau saat Ki-Jung sekaratpun, mereka masih lebih mempedulikan anak laki-laki mereka yang notabenenya hanya pingsan.

Baca juga:  10 Karakter Terkuat di Anime Kuroko no Basket

5. Alasan Ki-Taek membunuh Mr.Park

Padahal tadinya Ki-Taek masih berniat menolong Mr.Park loh meski putrinya sekarat, dengan membuang kunci mobil untuk membawa Da-Song ke lokasi tinggal sakit. Tapi sebab masalah yang dihadapinya kemarin, masalah rumahnya yang diterpa hujan, diajak sang nyonya lokasi tinggal untuk menemaninya melakukan pembelian barang dan diajak Mr.Park ikutan menyiapkan surprise ketika ulang tahun Da-Song, dan tidak boleh lupa waktu kembali dari supermarket Yeon-Kyo teleponan di mobil seraya selonjoran tetapi mengusung kaki ke kursi depan dengan nggak sopannya, kemudian putrinya yang terbaring di tanah dan sekarat tetapi dari sekian tidak sedikit orang tidak terdapat yang peduli. Puncaknya ialah ketika Mr.Park menyingkirkan mayat Geun-Se/suaminya si ART (Asisten Rumah Tangga) yang lama seraya jijik dan memblokir hidung demi memungut kunci. Padahal, Ki-Taek tahu benar si Geun-Se ini respect banget sama Mr.Park dan mengaguminya, tapi justeru diperlakukan laksana itu.

6. Kenapa nggak terdapat CCTV di lokasi tinggal keluarga kaya?

Orang asia tepatnya korea, paling menjunjung tinggi privasinya. Makanya mereka memasang CCTV melulu diluar lokasi tinggal dan tidak terdapat satpam pun karena merasa tidak membutuhkannya. Apalagi mereka bermukim di kompleks kompleks mewah yang pastinya memiliki satpam pun dan tingkat kriminalitas yang kecil. Lagipula, film ini kan realistis dan relate untuk masyarakat asia.

7. Bagi apa Geun-Se berkali-kali mengantarkan kode morse bila pada kesudahannya Da-Song nggak membantu?

Ada scene mengindikasikan bagaimana Geun-Se berjuang meminta bantu pada Da-Song yang pernah belajar pramuka lewat kode morse. Namun, hingga akhir film seolah-olah adegan itu tidak berguna. Yah, kelihatannya sih ini agar merujuk penonton supaya mengingat bahwa nyala matinya lampu-lampu tersebut ialah kode morse, sebab diakhir Ki-Taek memakai teknik yang sama untuk menyerahkan pesan pada putranya, Ki-Woo. Atau mungkin, bakal ada sekuelnya. Karena endingnya sendiri berkesempatan untuk sekuel filmnya, dapat saja memungut sudut pandang si family kaya, atau kehidupan si keluarga kurang mampu setelah kejadian-kejadian yang mereka alami di film kesatu.

Baca juga:  Daftar Anggota Keluarga Luffy Anime One Piece

Sehabis nonton bersama nyokap sih, doi bilang, “udah, gitu doang filmnya? Biasa aja, ah”. Yah, nggak dapat nyalahin doi pun sih yang sukanya nonton film hantu dan action yang berdarah-darah, bukan yang rumit dan mindblowing gini. Tapi menurut keterangan dari gue, film ini jenius banget. Nggak butuh CGI yang super canggih, lumayan digarap dengan serius dan plot yang unik namun relatable dan menghibur. Inget nggak ketika Ki-Woo ngajarin anak wanita keluarga Park bahasa inggris, doi nyuruh untuk menciptakan kalimat dengan kata “pretend”? urusan sekecil dan seremeh tersebut saja telah menjadi clue guna lanjutan ceritanya, loh! Gue memandang film ini sangat bagus dan worth it menang pesta rakyat karena tidak sedikit moralnya, tipikal film smart abis tapi dapat ditonton dari seluruh kalangan sebab tata bahasa yang simpel dan nggak rumit.

Loading...